Stok & Inventaris

Cara mencatat stok toko bangunan biar nggak rugi

Stok toko bangunan paling gampang bocor diam-diam. Pasir berkurang, semen mengeras, besi "pinjam dulu" — sering nggak kecatat. Akhirnya untung kelihatan di kepala, tapi uangnya entah ke mana. Kabar baiknya, ini bisa dirapikan tanpa ribet.

Kenapa stok toko bangunan gampang bocor

Toko material beda dengan toko biasa. Barangnya berat, satuannya macam-macam, dan sering diambil dulu baru dibayar. Empat hal ini yang paling sering bikin stok selisih:

  • Beli per truk, jual per kubik. Konversinya gampang meleset kalau cuma diingat.
  • Satuannya campur: pasir per kubik, semen per sak, besi per batang, paku per kilo.
  • Barang diambil tukang dulu, catatannya nyusul — kadang lupa.
  • Susut alami: pasir kena hujan, semen mengeras, ada yang tumpah.
Stok yang nggak tercatat itu bukan stok — itu kebocoran yang belum ketahuan.

Langkah 1: Tentukan satuan beli dan satuan jual

Tiap barang punya dua satuan: cara kamu beli, dan cara kamu jual. Tetapkan dua-duanya, lalu catat konversinya sekali saja.

Contoh: kamu beli pasir 1 truk, isinya 7 kubik. Kamu jual per kubik. Jadi 1 truk masuk = 7 kubik stok. Tinggal pakai angka ini terus.

Contoh konversi pasir
1 Truksatuan beli
7 m³satuan jual

Langkah 2: Catat stok masuk tiap barang datang

Begitu barang turun dari truk, langsung catat. Jangan tunggu sore. Yang perlu dicatat cuma empat:

  • Tanggal barang datang
  • Nama barang dan jumlahnya (dalam satuan jual)
  • Harga beli per satuan
  • Dari supplier mana

Harga beli penting. Tanpa itu, kamu nggak akan tahu untung tiap penjualan.

Langkah 3: Kurangi stok tiap penjualan, termasuk yang ngutang

Ini bagian yang paling sering bolong. Barang yang diambil tukang dengan utang tetap harus mengurangi stok. Utang itu urusan piutang, tapi barangnya sudah keluar dari gudang.

Jadi tiap barang keluar, catat — mau dibayar tunai atau utang. Dengan begitu angka stok kamu selalu jujur.

Langkah 4: Stok opname rutin biar selisih ketahuan

Stok opname itu menghitung ulang barang fisik, lalu mencocokkan dengan catatan. Lakukan rutin biar selisih ketahuan sejak kecil.

  • Barang cepat habis (semen, pasir): hitung tiap minggu.
  • Barang lambat (besi, keramik): hitung tiap bulan.
  • Kalau ada selisih, cari sebabnya sebelum lupa.

Cara paling gampang: pakai aplikasi

Semua langkah di atas bisa pakai buku. Tapi kalau transaksi sudah rame, aplikasi jauh lebih ringan. Stok berkurang otomatis tiap penjualan, konversi per kubik atau truk dihitung sendiri, dan kamu dapat peringatan saat barang menipis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Coba Cerdazin untuk pangkalan kamu

Catat stok, surat jalan, dan piutang dalam satu aplikasi. Jalan di HP, bisa offline. Gratis 1 bulan, tanpa kartu kredit.