Kenapa piutang tukang gampang nunggak
Sebelum nagih, paham dulu kenapa macetnya. Biasanya bukan karena nakal, tapi karena alur uangnya begini:
- Dana proyek dari pemilik rumah belum cair.
- Belanja material atas nama pribadi, jadi catatannya bercampur.
- Nggak ada bukti utang yang jelas, jadi gampang lupa.
- Kamu sendiri sungkan menagih teman lama.
Uang yang masih jadi piutang itu modal kamu yang lagi dipakai orang lain.
Langkah 1: Sepakati tempo sejak awal
Tagihan macet sering karena temponya nggak pernah disebut. Sepakati di depan, sebelum barang keluar. Misal: bayar dalam 30 hari (Net 30).
Langkah 2: Catat tiap utang dengan lengkap
Piutang yang nggak tercatat rapi pasti ada yang lolos. Tiap utang catat empat hal:
- Tanggal ambil barang
- Nama pelanggan dan nomor HP
- Nominal utang
- Tanggal jatuh tempo
Langkah 3: Pantau umur piutang (aging)
Aging itu mengelompokkan piutang berdasarkan umurnya. Gunanya jelas — kamu langsung tahu mana yang paling genting. Aturannya: tagih yang paling lama dulu.
Langkah 4: Ingatkan sebelum jatuh tempo
Pengingat paling enak dikirim sebelum telat. Kirim pesan WhatsApp yang ramah 3 hari sebelum jatuh tempo. Nadanya membantu, bukan menuntut.
Langkah 5: Set limit kredit per pelanggan
Biar nggak kebablasan, tentukan batas utang tiap pelanggan. Kalau utang lama belum lunas, tahan dulu utang baru sampai dibayar sebagian. Ini melindungi modal kamu.
Biar nggak ribet: otomatiskan pengingatnya
Memantau piutang satu-satu melelahkan kalau pelanggan banyak. Cerdazin menghitung jatuh tempo otomatis, menampilkan umur piutang, dan bantu kirim pengingat lewat WhatsApp langsung dari aplikasi.